بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Foto saya
Kita hidup di dunia yang penuh keindahan, pesona serta petualangan. Dan semua itu tidak akan pernah berakhir selama kita mencarinya dengan mata terbuka.. syukurilah hidup ini
menu BAKSO MONGGO MAMPIR

"bakso yang terbuat dari daging segar sapi pilihan asli tanpa
bahan pengawet dan juga bahan pemutih ataupun
bahan-bahan yang berbahaya lainnya"

JUGA MENYEDIAKAN

- BAKSO SEPESIAL
- BAKSO
- MIE AYAM
- BAKSO BAKAR

BER ANEKA MACAM JUICE
- alpokat
- kueni
- tiung (terong belanda)
- jeruk
- marquisa
- martabe
- timun
- wortel
- tomat

MINUMAN RINGAN
- teh botol
- freastea
- tebs
- fruitea
- cocacola
- spreate
- joy tea
- teh manis dingin
- teh manis panas
- es campur
DLL

MAKANAN RINGAN
- bakso goreng
- sate kerang
- sate telor puyuh
- kentuky
- kerupuk
- rempeyek

masakan khas bakso monggo mampir (asal solo)
harga terjangkau di jamin terjangkau
AYOOOOO BURUUUAN.....!!!!!!
kunjungi segera.....
di kota terdekat
dijamin 100% حلال halal
ANDA PUAS KAMI BANGGA


asmaul husna





Kamis, 20 Mei 2010


Kisah Tukang Bakso yang Inspiratif

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai.. Hujan rintik-rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.
Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor..... terdengar suara tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak-anak, siapa yang mau bakso?

"Mauuuuuuuuu..", secara serempak dan kompak anak-anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya.

Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.

"Mang kalo boleh tahu, kenapa uang-uang itu pisahkan? Barangkali ada tujuan? Iya pak, memang sengaja saya memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi hak orang lain / amal ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman seorang muslim".

"Maksudnya...?", saya melanjutkan bertanya.

"Iya Pak , kan agama dan islam menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Sengaja saya membagi 3 tempat, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari untuk keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq /sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso saya selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena saya ingin menyempurnakan agama yang saya pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar, Maka kami sepakat dengan istri bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini kami harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji.. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat... sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu...? termasuk memiliki kemampuan dalam biaya...?

Ia menjawab, "Itulah sebabnya Pak, justru kami malu kepada Tuhan kalau bicara soal Rezeki karena kami sudah diberi Rizky. Semua orang pasti mampu kok kalau memang niat..?

Menurur saya definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri ebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita kok.

"Masya Allah... sebuah jawaban dari seorang tukang bakso".

Sahabat.....
Cerita ini sangat sederhana. Semoga memberi hikmah terbaik bagi kehidupan kita. Amin........

Dalam hadits Qudsi,
"Sesungguhnya Allah berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku dan Aku akan senantiasa menyertainya apabila berdoa kepada-Ku" (HR. Bukhari Muslim)
Pengirim tulisan:Della Jessyca Huzay dari situs;http://www.matadunia.com/milis/2009/3/20/55800/Belajar_Tukang_Bakso.htm



sumber image:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiP9o8yMB4aGqO9BVzNSMjLqhmePXHCmpWw5OOTcQ4q4ziGF4O8MSGTLEYVJEz2dT0qlZ09WRZ1nJaHB11Vmrosuv18YDhjLQjVbdkuhfbc7GkffGscsvAQQVOG4hBN7gzMd13p0mKts-k/s320/bakso.jpg

Tidak ada komentar: