بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Foto saya
Kita hidup di dunia yang penuh keindahan, pesona serta petualangan. Dan semua itu tidak akan pernah berakhir selama kita mencarinya dengan mata terbuka.. syukurilah hidup ini
menu BAKSO MONGGO MAMPIR

"bakso yang terbuat dari daging segar sapi pilihan asli tanpa
bahan pengawet dan juga bahan pemutih ataupun
bahan-bahan yang berbahaya lainnya"

JUGA MENYEDIAKAN

- BAKSO SEPESIAL
- BAKSO
- MIE AYAM
- BAKSO BAKAR

BER ANEKA MACAM JUICE
- alpokat
- kueni
- tiung (terong belanda)
- jeruk
- marquisa
- martabe
- timun
- wortel
- tomat

MINUMAN RINGAN
- teh botol
- freastea
- tebs
- fruitea
- cocacola
- spreate
- joy tea
- teh manis dingin
- teh manis panas
- es campur
DLL

MAKANAN RINGAN
- bakso goreng
- sate kerang
- sate telor puyuh
- kentuky
- kerupuk
- rempeyek

masakan khas bakso monggo mampir (asal solo)
harga terjangkau di jamin terjangkau
AYOOOOO BURUUUAN.....!!!!!!
kunjungi segera.....
di kota terdekat
dijamin 100% حلال halal
ANDA PUAS KAMI BANGGA


asmaul husna





Kamis, 24 Juni 2010

menu of the day

menu BAKSO MONGGO MAMPIR
" meatballs made from the original choice of fresh meat beef without preservatives and also bleach or harmful ingredients that other '
ALSO MAKES - special meatballs - meatballs - chicken noodles - grilled meatballs

various JUICE - avocados - kueni - flung ( eggplant netherlands ) - orange - marquisa - Martabe - cucumber - carrot - tomatoDRINK SMALL - tea bottle - freastea - tebs - fruitea - Coca-Cola - spreate - joy tea - sweet tea cold - hot , sweet tea - ice mixed
LIGHTER FOOD - fried meatballs - clam satay - skewers of quail egg - kentuky - crackers - peanut brittle
cuisine meatballs Monggo stop ( original solo ) at an affordable price guarantee affordable AYOOOOO BURUUUAN .....!!!!!! visit soon ..... in the nearest town guaranteed 100 % halal حلال YOU SATISFIED WE PROUD

Sabtu, 05 Juni 2010

Jadwal Piala Dunia 2010

Jadwal pertandingan dan siaran langsung Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
Tanggal dan waktu dalam WIB.
TV Tgl Hari Waktu Level Venue Match
RCTI/Global 11/06/10 Jumat 21:00 Grup A Soccer City Afsel vs Meksiko
RCTI 12/06/10 Sabtu 01:30 Grup A Green Point Uruguay vs Prancis
RCTI 12/06/10 Sabtu 18:30 Grup B Mandela Bay Korsel vs Yunani
RCTI 12/06/10 Sabtu 21:00 Grup B Ellis Park Argengina vs Nigeria
RCTI 13/06/10 Minggu 01:30 Grup C Bafokeng Inggris vs Amerika
Global 13/06/10 Minggu 18:30 Grup C Mokaba Aljazair vs Slovenia
RCTI 13/06/10 Minggu 21:00 Grup D Versfeld Serbia vs Ghana
RCTI 14/06/10 Senin 01:30 Grup D Moses Jerman vs Australia
Global 14/06/10 Senin 18:30 Grup E Soccer City Belanda vs Denmark
RCTI 14/06/10 Senin 21:00 Grup E Free State Jepang vs Kamerun
RCTI 15/06/10 Selasa 01:30 Grup F Green Point Italia vs Paraguay
Global 15/06/10 Selasa 18:30 Grup F Bafokeng Selandia Baru vs Slovakia
RCTI 15/06/10 Selasa 21:00 Grup G Mandela Bay Pantai Gading vs Portugal
RCTI 16/06/10 Rabu 01:30 Grup G Ellis Park Brasil vs Korut
Global 16/06/10 Rabu 18:30 Grup H Mbombela Honduras vs Chile
RCTI 16/06/10 Rabu 21:00 Grup H Moses Spanyol vs Swiss
RCTI 17/06/10 Kamis 01:30 Grup A Versfeld Afsel vs Uruguay
Global 17/06/10 Kamis 18:30 Grup B Soccer City Argentina vs Korsel
RCTI 17/06/10 Kamis 21:00 Grup B Free State Yunani vs Nigeria
RCTI 18/06/10 Jumat 01:30 Grup A Mokaba Prancis vs Meksiko
Global 18/06/10 Jumat 18:30 Grup D Mandela Bay Jerman vs Serbia
RCTI 18/06/10 Jumat 21:00 Grup C Ellis Park Slovenia vs Amerika
RCTI 19/06/10 Sabtu 01:30 Grup C Green Point Inggris vs Aljazair
Global 19/06/10 Sabtu 18:30 Grup E Moses Belanda vs Jepang
RCTI 19/06/10 Sabtu 21:00 Grup D Bafokeng Ghana vs Australia
RCTI 20/06/10 Minggu 01:30 Grup E Versfeld Kamerun vs Denmark
Global 20/06/10 Minggu 18:30 Grup F Free State Slovakia vs Paraguay
RCTI 20/06/10 Minggu 21:00 Grup F Mbombela Italia vs Selandia Baru
RCTI 21/06/10 Senin 01:30 Grup G Soccer City Brasil vs Pantai Gading
Global 21/06/10 Senin 18:30 Grup G Green Point Portugal vs Korut
RCTI 21/06/10 Senin 21:00 Grup H Mandela Bay Chile vs Swiss
RCTI 22/06/10 Selasa 01:30 Grup H Ellis Park Spanyol vs Honduras
Global 22/06/10 Selasa 21:00 Grup A Bafokeng Meksiko vs Uruguay
RCTI 22/06/10 Selasa 21:00 Grup A Free State Prancis vs Afsel
Global 23/06/10 Rabu 01:30 Grup B Moses Nigeria vs Korsel
RCTI 23/06/10 Rabu 01:30 Grup B Mokaba Yunani vs Argentina
RCTI 23/06/10 Rabu 21:00 Grup C Mandela Bay Slovenia vs Inggris
Global 23/06/10 Rabu 21:00 Grup C Versfeld Amerika vs Aljazair
RCTI 24/06/10 Kamis 01:30 Grup D Soccer City Ghana vs Jerman
Global 24/06/10 Kamis 01:30 Grup D Mbombela Australia vs Serbia
RCTI 24/06/10 Kamis 21:00 Grup F Ellis Park Slovakia vs Italia
Global 24/06/10 Kamis 21:00 Grup F Mokaba Paraguay vs Selandia Baru
Global 25/06/10 Jumat 01:30 Grup E Bafokeng Denmark vs Jepang
RCTI 25/06/10 Jumat 01:30 Grup E Green Point Kamerun vs Belanda
Global 25/06/10 Jumat 21:00 Grup G Mbombela Korut vs Pantai Gading
RCTI 25/06/10 Jumat 21:00 Grup G Moses Portugal vs Brasil
Global 26/06/10 Sabtu 01:30 Grup H Free State Swiss vs Honduras
RCTI 26/06/10 Sabtu 01:30 Grup H Versfeld Chile vs Spain

26/06/10 Sabtu 21:00 16 besar Mandela Bay 1A vs 2B

27/06/10 Minggu 01:30 16 besar Bafokeng 1C vs 2D

27/06/10 Minggu 21:00 16 besar Free State 1D vs 2C

28/06/10 Senin 01:30 16 besar Soccer City 1B vs 2A

28/06/10 Senin 21:00 16 besar Moses 1E vs 2F

29/06/10 Selasa 01:30 16 besar Ellis Park 1G vs 2H

29/06/10 Selasa 21:00 16 besar Versfeld 1F vs 2E

30/06/10 Rabu 01:30 16 besar Green Point 1H vs 2G

02/07/10 Jumat 21:00 1/4 final Mandela Bay winner 53 vs winner 54

03/07/10 Sabtu 01:30 1/4 final Soccer City winner 49 vs winner 50

03/07/10 Sabtu 21:00 1/4 final Green Point winner 52 vs winner 51

04/07/10 Minggu 01:30 1/4 final Ellis Park winner 55 vs winner 56

07/07/10 Rabu 01:30 Semifinal Green Point winner 58 vs winner 57

08/07/10 Kamis 01:30 Semifinal Moses winner 59 vs winner 60

11/07/10 Minggu 01:30 Juara 3 Mandela Bay loser 61 vs loser 62

12/07/10 Senin 01:30 Final Soccer City winner 61 vs winner 62
Kami tidak bertanggung jawab atas kesalahan data/pengetikan.

Kamis, 03 Juni 2010

SEKEDAR CERITA

Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.
“Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku! Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan!” gerutunya dalam hati. “ Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!”

Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.
Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap kepulan asap di atas semangkuk bakso.

“Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam,” sapa si tukang bakso.

“Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang,” jawabnya tersipu malu.

“Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mie bakso yang super enak.” Putri pun segera duduk di dalam.

Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, “Lho, kenapa menangis, neng?” tanya si abang.

“Saya jadi ingat ibu saya, bang. Sebenarnya… hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang.”

“Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho.”

Putri seketika tersadar, “Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?”

Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,

“Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu.”

“Ibu, maafkan Putri, Bu,”
Putri pun menangis dan menyesal di pelukan

ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibunya Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.

Selasa, 01 Juni 2010




CERITA MEMILUKAN PENJUAL BAKSO DI SOLO
Gerobak Memilukan
Gerobak Memilukan
Memperingati Hari Anti Koruptor se-Dunia dan mendengar cerita ini mungkin tidak ada hubungannya, namun menurut saya sangat-sangat memilukan dan bisa menjadi pelajaran bagi para mereka yang terlibat kasus-kasus korupsi dinegara ini, cerita ini saya ambil dari salah satu tag temen saya yang ada difacebook yang di tag pada mas Aziz Abdullah dan di kirimkan oleh Mas Riyanto seorang fotografer.
Dimana Kejadian yang memilukan ini terjadi di Kota Solo tempat saya tinggal, seorang bapak penjual bakso yang tiba tiba pingsan di tengah jalan.setelah di selidiki ternyata beliau sudah berjalan dari Telukan Grogol -Sukoharjo sampai kampus UNS (Sebelas Maret) sambil mendorong gerobak selama dua hari tanpa makan. beliau tidak brani pulang kerumah dan menyerahkan setoran di karenakan apabila dagangan tersebut belum habis beliau tidak boleh pulang dan menyerahkan setoran tersebut ke Juragannya, dimana yang seharusnya tiap gerobak harus dapat menyetorkan Rp250.000, namun dalam dua hari ini beliau hanya bisa mendapatkan omset Rp.50.000,-. untuk itu bapak penjual bakso ini tak bisa pulang karena takut dimarahi mungkin dengan sang juragan.
Bapak Penjual Bakso
Bapak Penjual Bakso
setelah mendorong gerobak Baksi sampai kampus UNS akhirnya fisik bapak yang sudah tua ini tidak kuat lagi, dan beberapa saat kemudian di kawasan UNS beliau jatuh pingsan, sungguh memilukan kejadian ini menurut saya, namun untung saja beberapa orang yang berada di sekitar kampus tersebut menolongnya.dengan sukarela beberapa orang sekitar kampung dan mahasiswa mengumpulkan uang buat menutup uang setorannya bapak tersebut. namun bapak tersebut menolaknya dan bersih kukuh untuk akan tetap membayar setoran beliau ke juragan dari hasil jeripayah beliau. padahal dengan keadaan fisiknya sang bapak sudah tidak mampu lagi. Dan akhirnya dengan alasan lain para mahasiswa dan orang-orang kampus tersebut mempunyai ide untuk menyuruh orang-orang sekitar dengan membeli bakso sebagai alasan dapat menyumbangkan uang setoran agar bapaknya mau menerima uang pemberian dari mahasiswa dan orang-orang sekitar tersebut.
disini saya cuma melihat dari foto saja sudah bisa membayangkan bagaimana beliau dan kejadian tersebut, sungguh-sungguh memilukan. belaiau hanya penjual bakso lho namun gak rela kalau semua bukan hasil jeripayah sendiri, yang bisa dibilang cuma 250.000 rupiah kalau dibandingkan uang mereka yang berjuta dan millyaran cuma dari hasil yang tidak halal.
Ya Allah kenapa dengan negara ini…

Kisah Sedih Hayyi, Penjual Bakso di Kota Probolinggo yang Tersandung Pidana Pemi

SumberJawa Pos
Kalau Dipenjara, Anak Saya Makan Apa?
Abdul Hayyi hanyalah seorang penjual bakso keliling. Ia tak kenal hiruk pikuk dan tetek bengek politik. Namun, dunia yang tak dikenalnya itu yang justru kini membuatnya pilu. Ia divonis penjara dan denda karena dianggap melanggar pidana pemilu.
RUDIANTO, Probolinggo
——————————————–
Abang tukang bakso asal Dusun Mantong, Kelurahan Sumbertaman, Kota Probolinggo itu tak pernah berpikir perbuatannya bakal berakibat runyam. Tindakannya merobek baliho salah seorang caleg dari PKB dengan celurit, sesaat sebelum pemilu legislatif lalu, adalah ekspresi spontan.
Tak ada pretensi apa pun. Laki-laki 51 tahun itu hanya tak suka ada baliho politik dipasang tanpa izin di tanah pekarangannya. Sebab itu ia merobeknya. Sayang, tindakan “membela” tanah pekarangan sendiri memaksa ayah dua anak itu berurusan dengan hukum. Ia dianggap terbukti melakukan pelanggaran pidana pemilu.
Dalam sidang putusan di PN Kota Probolinggo 2 April lalu, majelis hakim menjatuhkan vonis 6 bulan dan denda Rp 6 juta subsider 1 bulan untuk Hayyi. Vonis itu bak pukulan palu Godam baginya.
Jangankan membayar denda Rp 6 juta, untuk hidup sehari-hari saja ia harus bekerja keras agar cukup. Belum lagi bila ia dipenjara setengah tahun lamanya. “Siapa yang akan mencari nafkah untuk keluarga saya,” keluhnya.Tak puas dengan vonis itu, Hayyi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi di Surabaya. Sayang, usaha membela diri secara hukum yang dilakukan Hayyi membentur tembok.
Putusan banding dari Pengadilan Tinggi Surabaya yang ia terima 19 Mei lalu ternyata mengecewakan. Di tingkat banding kembali Hayyi kalah. Pengadilan Tinggi justru memperkuat putusan majelis hakim PN Kota Probolinggo. Hayyi dianggap terbukti melanggar pasal 84 ayat 1 huruf g jo pasal 270 UU No 10/2008 tentang pemilu.
“Saya sangat kecewa dengan hasil itu. Sebab, saya berharap akan mendapatkan keringan. Tapi kenyataanya lain, mereka memberikan hukuman yang sama. Saya sangat keberatan, karena saya merasa tidak bersalah. Gambar itu dipasang di pekarangan saya tanpa izin,” ujarnya kepada Radar Bromo Kamis siang (21/5) lalu.
Terang saja Hayyi kecewa. Bila benar-benar vonis itu harus dijalani, ia menanggung beban begitu berat. Dengan pendapatan Rp 15 ribu-20 ribu sehari ia jelas tak sanggup membayar denda Rp 6 juta itu.
“Kalau memang keputusannya seperti itu, saya lebih memilih dikurung lagi selama sebulan dari pada membayar denda. Sebagai penjual bakso keliling sejak 2004, pendapatan saya tak pernah sampai segitu. Padahal saya berjualan keliling sejak pukul 14.00 hingga pukul 23.00,” ujarnya sedih.
Apalagi dengan beban tanggungan seorang anak yang tengah duduk di bangku kelas akhir SMP dan bayi berumur 2 tahun. Dari hasil penjualan bakso itu, ia masih merasa sering kekurangan untuk belanja sehari-hari.
“Kadang hasilnya tidak cukup untuk belanja sehari-hari. Hingga harus pintar-pintar mencari putaran (pinjaman, Red). Tapi, dengan penghasilan yang tidak seberapa, hidup kami sekeluarga tenteram. Kami bersyukur kepada Allah,” ujarnya.
Ketenteraman itu akhirnya terusik oleh kasus pelanggaran pemilu yang menyandungnya. “Saya mulai tidak bergairah dalam menjalani hidup. Saat ini yang saya pikirkan hanya nasib keluarga. Terutama anak-anak yang masih kecil-kecil. Karena hanya saya yang bekerja. Ibunya anak-anak tidak bekerja,” katanya.
Lebih-lebih Hayyi tak merasa melakukan kesalahan. Dia mengaku hanyalah warga biasa tamatan MTs (setingkat SMP) yang buta politik. “Jangankan berkecimpung dalam politik dan kampanye, dukung-mendukung caleg saya tidak pernah,” terangnya.
Abdul Hayyi sangat berharap tidak dipenjara. Sebab, bila itu terjadi, tak ada yang akan menghidupi keluarganya.
Bila ia dipenjara, siapa yang akan menanggung biaya sekolah sulungnya yang akan masuk SMA tahun ini? Siapa pula yang akan menanggung makan sehari-hari keluarganya? Sementara Hasanah, 40, istrinya tidak bekerja. “Itu yang selalu menghantui pikiran saya,” keluhnya.
Bukan hanya Hayyi, Hasanah, istrinya pun mengalami kesedihan yang sama. “Saya sangat sedih karena tidak akan ada yang mencari uang untuk keluarga,” ujarnya.
Bila benar nanti suaminya dipenjara, Hasanah memperkirakan masa depan keluarganya akan suram.
“Bila Bapak dipenjara, dari mana saya akan memberi makan anak-anak? Minta sama orang tua, mereka sudah meninggal semua. Minta sama saudara, mungkin mereka membantu satu dua hari saja. Tidak mungkin mereka membantu seterusnya. Mereka juga punya keluarga,” ujarnya sambil menitikkan air mata.
Begitu pula dengan putra sulung Hayyi yang masih kelas IX SMP dan hendak melanjutkan ke SMA. Ia menyatakan sangat bersedih dengan kejadian itu. Ia merasa kehilangan semangat untuk sekolah lebih tinggi.
“Masih ada Bapak saja sering kekurangan. Apalagi nanti bila tidak ada Bapak. Saya tidak tahu bagaimana sekolah saya nanti,” ujar putra Abdul Hayyi yang tidak mau namanya dikorankan.
Selain dari keluarganya, kasus yang menimpa Abdul Hayyi mengundang perhatian LSM di Kota Probolinggo. Di antaranya, Fosil Maskot dan Minori. Mereka merasa prihatin atas kasus yang menimpa tukang bakso itu.
Wujud keprihatinan mereka diwujudkan dalam usaha mencari jalan keluar untuk memperingan hukuman yang di terima Abdul Hayyi. Kemarin (22/5), Djando Sekretaris Fosil Maskot bersama Henry Koordinator Minori mendatangi PN Kota Probolinggo. Mereka mengajukan grasi untuk Abdul Hayyi.
Menurut Djando, Abdul Hayyi adalah korban UU Pemilu yang kurang sosialisasi. Ia juga menyayangkan keputusan hakim yang hanya mempertimbangkan keadilan hukum prosedural dan mengesampingkan dampak psikologis dan sosiologis terhadap Abdul Hayyi.
“Abdul Hayyi hanya seorang penjual bakso yang tidak pernah ikut campur dalam urusan politik. Ketidaktahuannya terhadap UU pemilu, telah membuat dia dan keluarganya menderita. Harusnya hakim juga mempertimbangkan dampak yang akan dialami oleh keluarga Abdul Hayyi,” ujarnya.
Upaya pengajuan grasi untuk Hayyi bukan perkara mudah. Sebab, dalam aturan hukum grasi hanya boleh diajukan oleh terdakwa yang diputus hukuman minimal satu tahun. Namun toh, mereka tetap berusaha.
Alasannya, dalam pasal 14 UUD 1945 tidak ada syarat batasan minimal seperti itu. “Kami mengacu pada UUD 45. Di sana tidak ada batasan, setiap warga Negara boleh,” ujar Djando.
Seharusnya, hukum memang tak seperti pisau yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.
asal usul bakso

Pada makanan, seringkali kita bisa belajar soal budaya. Pada
bakso, kita mendapat pelajaran tentang bangsa yang kini disebut Indonesia,
nesia yang indo. Bangsa yang campuran. Bakso juga makanan campuran.

Memang belum ada riset serius soal asal-usul bakso. Tapi, mudah diterka, bakso
bukan makanan "asli" Indonesia. Bakso segera mengingatkan kita pada awalan
"bak" pada kata "bak mie" atau "bak pao". Ringkasnya, bakso datang dari negeri
beratus-ratus kilometer di seberang lautan sana.

Orang kebanyakan menyebutnya negeri Cina, orang dulu menyebutnya Tiongkok,
orang Jawa Tengah menghaluskannya sebagai Cinten. Kini, orang yang tak sadar
betapa kayanya khazanah bahasa-bahasa Nusantara, latah menyebutnya China. Pada
makanan khas China, orang sekarang menyebutnya Chinesse Food.

Begitulah, bakso dari Tiongkok yang Asia juga cocok buat lidah Asia. Maka, kita
bisa saksikan, makanan ini dengan berbagai variasi bumbu serta bentuknya,
sedemikian kondang di seluruh negeri, tak terkecuali di desa sibatu batu blok 2, siantar

Pasti butuh waktu berabad-abad untuk bisa kondang begitu. Ini sekaligus
menandai satu akulturasi selera dan budaya. Ia juga menegaskan satu kasunyatan
yang susah dihindari bahwa bangsa Tionghoa beranak-pinak di Nusantara sejak
lama dan selayaknya ia tak lagi disebut non pribumi.

Kembali ke bakso. Ada satu bakso yang layak dicoba di sibatu batu2, tepatnya blok 2 siantar. menyajikan porsi yang mempunyai ke khasan yakni dengan memakai tetelan daging sapi dan biji bakso daging sapi asli. Sehingga rasa bakso alami dan asli bisa kita dapatkan jika kita menikmati bakso Tetelan ini