بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Foto saya
Kita hidup di dunia yang penuh keindahan, pesona serta petualangan. Dan semua itu tidak akan pernah berakhir selama kita mencarinya dengan mata terbuka.. syukurilah hidup ini
menu BAKSO MONGGO MAMPIR

"bakso yang terbuat dari daging segar sapi pilihan asli tanpa
bahan pengawet dan juga bahan pemutih ataupun
bahan-bahan yang berbahaya lainnya"

JUGA MENYEDIAKAN

- BAKSO SEPESIAL
- BAKSO
- MIE AYAM
- BAKSO BAKAR

BER ANEKA MACAM JUICE
- alpokat
- kueni
- tiung (terong belanda)
- jeruk
- marquisa
- martabe
- timun
- wortel
- tomat

MINUMAN RINGAN
- teh botol
- freastea
- tebs
- fruitea
- cocacola
- spreate
- joy tea
- teh manis dingin
- teh manis panas
- es campur
DLL

MAKANAN RINGAN
- bakso goreng
- sate kerang
- sate telor puyuh
- kentuky
- kerupuk
- rempeyek

masakan khas bakso monggo mampir (asal solo)
harga terjangkau di jamin terjangkau
AYOOOOO BURUUUAN.....!!!!!!
kunjungi segera.....
di kota terdekat
dijamin 100% حلال halal
ANDA PUAS KAMI BANGGA


asmaul husna





Kamis, 03 Juni 2010

SEKEDAR CERITA

Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.
“Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku! Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan!” gerutunya dalam hati. “ Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!”

Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.
Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap kepulan asap di atas semangkuk bakso.

“Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam,” sapa si tukang bakso.

“Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang,” jawabnya tersipu malu.

“Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mie bakso yang super enak.” Putri pun segera duduk di dalam.

Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, “Lho, kenapa menangis, neng?” tanya si abang.

“Saya jadi ingat ibu saya, bang. Sebenarnya… hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang.”

“Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho.”

Putri seketika tersadar, “Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?”

Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,

“Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu.”

“Ibu, maafkan Putri, Bu,”
Putri pun menangis dan menyesal di pelukan

ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibunya Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.

Tidak ada komentar: