CERITA MEMILUKAN PENJUAL BAKSO DI SOLO
setelah
mendorong gerobak Baksi sampai kampus UNS akhirnya fisik bapak yang
sudah tua ini tidak kuat lagi, dan beberapa saat kemudian di kawasan
UNS beliau jatuh pingsan, sungguh memilukan kejadian ini menurut saya,
namun untung saja beberapa orang yang berada di sekitar kampus tersebut
menolongnya.dengan sukarela beberapa orang sekitar kampung dan
mahasiswa mengumpulkan uang buat menutup uang setorannya bapak
tersebut. namun bapak tersebut menolaknya dan bersih kukuh untuk akan
tetap membayar setoran beliau ke juragan dari hasil jeripayah beliau.
padahal dengan keadaan fisiknya sang bapak sudah tidak mampu lagi. Dan
akhirnya dengan alasan lain para mahasiswa dan orang-orang kampus
tersebut mempunyai ide untuk menyuruh orang-orang sekitar dengan
membeli bakso sebagai alasan dapat menyumbangkan uang setoran agar
bapaknya mau menerima uang pemberian dari mahasiswa dan orang-orang
sekitar tersebut.
Memperingati
Hari Anti Koruptor se-Dunia dan mendengar cerita ini mungkin tidak ada
hubungannya, namun menurut saya sangat-sangat memilukan dan bisa
menjadi pelajaran bagi para mereka yang terlibat kasus-kasus korupsi
dinegara ini, cerita ini saya ambil dari salah satu tag temen saya yang
ada difacebook yang di tag pada mas Aziz Abdullah dan di kirimkan oleh
Mas Riyanto seorang fotografer.
Dimana
Kejadian yang memilukan ini terjadi di Kota Solo tempat saya tinggal,
seorang bapak penjual bakso yang tiba tiba pingsan di tengah
jalan.setelah di selidiki ternyata beliau sudah berjalan dari Telukan
Grogol -Sukoharjo sampai kampus UNS (Sebelas Maret) sambil mendorong
gerobak selama dua hari tanpa makan. beliau tidak brani pulang kerumah
dan menyerahkan setoran di karenakan apabila dagangan tersebut belum
habis beliau tidak boleh pulang dan
menyerahkan setoran tersebut ke Juragannya, dimana yang seharusnya tiap
gerobak harus dapat menyetorkan Rp250.000, namun dalam dua hari ini
beliau hanya bisa mendapatkan omset Rp.50.000,-. untuk itu bapak
penjual bakso ini tak bisa pulang karena takut dimarahi mungkin dengan
sang juragan.
disini saya cuma
melihat dari foto saja sudah bisa membayangkan bagaimana beliau dan
kejadian tersebut, sungguh-sungguh memilukan. belaiau hanya penjual
bakso lho namun gak rela kalau semua bukan hasil jeripayah sendiri,
yang bisa dibilang cuma 250.000 rupiah kalau dibandingkan uang mereka
yang berjuta dan millyaran cuma dari hasil yang tidak halal.
Ya Allah kenapa dengan negara ini…



Tidak ada komentar:
Posting Komentar